Sunday, March 15, 2015

INDONESI MEN(UJU)DUNIA



Indonesia sebagai negara kepulan terbesar di dunia tentunya memiliki impian sebagai poros maritim dunia. Untuk mewujudkannya merupakan langkah yang sungguh tidak mudah, terdapat banyak tantangan-tantangan yang harus dihadapi Indonesia demi memiliki kekuatan kemaritiman. Hingga saat ini, Indonesia dinilai masih bergantung pada daratannya. Hal tersebutlah yang harus diubah, mengingat visi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Secara garis besar Indonesia memiliki geopolitik, geostrategis dan letak geografis yang sangat menunjang sebagai poros maritim dunia. Namun aspek-aspek itu saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan teknologi serta sumber daya manusia yang baik. Disitulah sebenarnya tantangan yang harus diatasi oleh Indonesia.

Teknologi merupakan aspek penting dalam memajukan berbagai hal dari suatu negara. Namun apalah arti teknologi tanpa pengguna yang baik. Sumber daya manusia yang mumpuni merupakan kunci dalam menyukseskan kemajuan suatu negara, khususnya dalam mewujudkan visi kemaritiman Indonesia untuk menjadi poros martitim dunia. Kesadaran masyarakat memegang peran utama dalam menyelesaikan permaslahan ini. Sayangnya kesadaran masyarakat Indonesia sangatlah kuranng dalam mengelola wilayah pesisir. Untuk itu, pemerintah Indoensia telah membuat suatu kebijakan mengenai pembangunan wilayah pesisir dan lautan.

Kebijakan ini dilakukan dengan pembangunan seluruh wilayah perairan Indonesia mencakup seluruh sumber daya alam yang terkandung didalamnya demi menyejahterakan seluruh bangsa Indonesia. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi kebijakan pembangunan wilayah pesisir yang HOLISTIK dan TERPADU. Kebijakan ini dibuat dengan tujuan menjadikan pembangunan wilayah pesisir dan lautan Indonesia sebagai jiwa dan panduan dalam setiap pokok kebijakan. Pembangunan ini ditargetkan dengan memperbaiki industri dan usaha kelautan. 

Berdasarkan GBHN, ditetapkan beberapa pokok kebijakan, yaitu menegakkan kedaulatan dan yuridikasi nasional, meningkatkan pendayagunaan potensi laut dan dasar laut, mengembangkan industri kelautan, mengembangkan data dan informasi kelautan, serta mempertahankan daya dukung dan kelestarian fungsi lingkungan laut. Selain itu, dalam mewujudkannya maka perencanaan pembangunan wilayah pesisir dan lautan Indonesia dibagi dalam 3 tingkat, yaitu nasional, sektoral dan regional. Dimana dalam masing-masing tingkat tersebut diberlakukan strategi tertentu.

Dengan letak geografis Indonesia yang STRATEGIS, ditambah dengan kebijakan pemerintah menganai pembangunan wilayah pesisir dan kelautan Indonesia yang akan memupuk kesadaran masyarakat Indonesia dengan baik untuk memperbaiki tingkat sumber daya manusia, serta dilengkapi dengan teknologi yang memadai, niscaya Indonesia mampu mencapai visinya sebagai poros maritim dunia.

No comments:

Post a Comment