Perairan Waingapu adalah perairan yang terbentuk oleh proses tektonik
akibat konvergensi lempeng dan kerak. Untuk perairan ini, terbentuk akibat
adanya proses tumbukan dimana tumbukan
(collision) yaitu lempeng
yang saling bertumbukan menghasilkan batuan yang tercampur aduk
(chaotic) yang terkerat kuat oleh struktur geologi patahan dan rekahan.
Proses tumbukan dapat diamati hasilnya di kawasan antara Flores hingga
Wetar sebagai sisa jalur volkanik dengan ciri pantai kaki volkanikdengan
tutupan batu gamping terangkat, Sumba sebagai busur luarnya denganmorfologi
pantai teras terumbu terangkat, dan jalur Sabu-Rote dan Timor sebagai
jalur tumbukan dengan ciri pantai curam serta singkapan batu gamping
terangkat dengan terobosan lumpur endapan tua.
Berdasarkan fisiografi kepulauannya, pantai dan perairan Waingapu
memiliki jalur pulau busur luar. Jalur pulau non volkanik busur luar terbentuk
hampir menerus di barat dari pulau Sumatra menghadap ke lepas Samudra Hindia.
Di bagian timur busur Sunda, busur luar terbentuk kembali sebagai pulau Sumba
dan Sabu. Pulau-pulau tersebut terbentuk dari terangkatnya sedimen laut oleh
proses penunjaman dan tumbukan lepeng, dicirikan oleh lapisan batuan yang
terlipat membentuk perbukitan dan terpotong patahan. Adakalanya batu gamping
terumbu karang ikut terangkat keluar membentuk perbukitan di pantai bertebing
curam. Teluk terbentuk oleh struktur geologi, umumnya padanya bermuara sungai
membentuk endapan pasir disekelilingnya atau tutupan bakau. Dangkalan akibat
terangkatnya batuan, ditumbuhi terumbu karang yang di atasnya seringkali
kemudian tumbuh bakau. Sedimen lepas atau keras terkomkakan dari endapan
karbonat di pantai terbentuk dari hasil rombakan terumbu karang. Pulau-pulau di
barat Sumatra mengalami gerak pengangkatan mengiringi kegempaan yang adakalanya
diikuti tsunami, namun ditengarai pula adanya penurunan. Di Sumba dan Sabu,
pengangkatan lebih dominan dan menerus menghasilkan undak teras.
Pantai pada perariran Waingapu ini termasuk dalam pantai curam singkapan batuan, yaitu pada umumnya ditemukan di pesisir yang menghadap
laut lepas dan merupakan bagian jalur tunjaman/tumbukan, berupa pantai curam
singkapan batuan volkanik, terobosan, malihan atau sedimen. Namun, diluar itu, perairan ini dipastikan
memiliki keindahan alam yang luar bias, baik pantai maupun dasar lautnya yang
sangat mungkin menjadi tujuan utama para pemburu surga dunia.
No comments:
Post a Comment