Sunday, March 22, 2015

Surga Bawah Laut Nasional : Wakatobi

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki wilayah yang didominasi oleh wilayah pesisir.  Indonesia sendiri memiliki berbagai wilayah pesisir dengan karakteristik yang berbeda-beda. Terdapat ekosistem pesisir yang berbeda-beda yang dibedakan oleh masing-masing sifatnya. Ekosistem pesisir dibedakan menjadi estuaria, hutan mangrove, padang lamun, dan terumbu karang.

Indonesia merupakan negara yang kaya akan ekosistem terumbu karang. Kekayaan terumbu karang diberbagai belahan bawah laut Indonesia tidak lagi perlu diragukan. Keindahan surga bawah laut Indonesia inilah yang bahkan menjadi salah satu daya tarik utama bagi aktifitas pariwisata sekaligus menjadikannya sebagai penghasilan negara yang cukup besar. Ekosistem terumbu karang merupakan ekosistem dengan tingkat keanekaragaman tinggi dimana di Wilayah Indonesia yang mempunyai sekitar 18% terumbu karang dunia, dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia (lebih dari 18% terumbu karang dunia, serta lebih dari 2500 jenis ikan, 590 jenis karang batu, 2500 jenis Moluska, dan 1500 jenis udang-udangan) merupakan ekosistem yang sangat kompleks. Selain berfungsi sebagai tempat tinggal banyak biota, letaknya yang berada diujung/bibir pantai juga bermanfaat sebagai pemecah gelombang alami. Keindahannya dengan warna-warni ikan dan karang membuat terumbu karang dapat menjadi obyek wisata air.

Berdasarkan jenisnya, terdapat dua jenis terumbu karang yaitu terumbu karang keras dan terumbu karang lunak. Terdapat beberapa tipe terumbu karang yaitu terumbu karang tepi  atau disebut dengan fringing reefs merupakan terumbu karang tepi atau karang penerus yang dalam proses perkembangannya, terumbu ini berbentuk melingkar yang ditandai dengan adanya bentukan ban atau bagian endapan karang mati yang mengelilingi pulau. Kemudian terdapat terumbu karang penghalang atau barrier reefs yang terletak pada jarak yang relatif jauh dari pulau, pada umumnya karang penghalang tumbuh di sekitar pulau sangat besar atau benua dan membentuk gugusan pulau karang yang terputus-putus. Sedangkan terumbu karang yang berbentuk cincin yang mengelilingi batas dari pulau-pulau vulkanik yang tenggelam sehingga tidak terdapat perbatasan dengan daratan, disebut dengan terumbu karang cincin (atolls). Dan yang terakhir adalah terumbu karang datar/gosong terumbu (patch reefs), yang  tumbuh dari bawah ke atas sampai ke permukaan.

Salah satu ekosistem terumbu karang yang terkenal di Indonesia yaitu kepulauan Wakatobi, Sulawesi Tenggara.  Taman Laut Nasional Wakatobi merupakan habitat penting bagi empat spesies penyu laut serta ribuan terumbu karang dan ikan. Setidaknya terdapat 396 spesies karang sceleractanian, 31 spesies fungia, 31 spesies foraminifera, 34 spesies stomatopoda, dan lebih dari 942 spesies ikan. Kekayaan alam ini dihasilkan oleh sumber daya non hayati berupa air laut yang mengandung unsur-unsur kimia pembentuk terumbu karang (WWF).

(indonesia.travel)

Keindahan serta kekayaan ragam jenis terumbu karangnya secara meyakinkan mampu menyihir para wisatawan yang telah berkunjung dan menjadikannya sebagai perbindangan dikalangan dunia internasional. Namun, sangat disayangkan keindahan terumbu karang di kepulauan Wakatobi tidak didukung dengan pengelolaan yang baik. Kawasan Taman Nasional Wakatobi dihuni oleh lebih dari 100.000 orang yang tersebar di sekitar 100 desa di dalam empat gugusan pulau utama. Ini adalah salah satu fitur yang unik dari Wakatobi mengingat taman nasional secara umum tidak memungkinkan orang-orang untuk mendiami daerah untuk tujuan perlindungan dan pelestarian. Kondisi seperti ini merupakan tantangan bagi masyarakat Wakatobi untuk menjaga dan mengelola daerah sambil menjamin kelestarian keanekaragaman hayati, mengingat mayoritas masyarakat Wakatobi menggantungkan hidupnya pada sumberdaya laut.

Kurangnya kesadaran banyak pihak dalam menjaga serta melestraikan potensi terumbu karangnya, mengancam keberlangsungan hidup organisme karang yang cantik ini. Kerusakan terumbu karang yang terjadi diberbagai wilayah pesisir di Indonesia bukan merupakan hal yang baru. hal tersebut dapat terjadi akibat ulah tangan jahil manusia demi memenuhi hasrat serta kepentingan egois hidup mereka. Hal tersebut seharusnya dapat dicegah dengan meningkatkan kesadaran akan kecintaan terhadap lingkungan serta kekayaan alam yang telah Tuhan berikan. Bahwa kesadaran untuk mematahkan keegoisan demi kepentingan pribadi harusnya dapat diubah menjadi pola pikir yang menghasilkan keuntungkan bagi berbagai pihak tanpa mengurangi rasa nikmat syukur atas potensi yang telah diberikan Tuhan dengan merusak alam.


Untuk mewujudkan hal tersebut, maka dilakukan berbagai usaha yang dilakukan seperti melakukan sosialisasi serta penyadartahuan bagi masyarakt setempat untuk mencari pendapatan dengan mata pencarian yang berkelanjutan dengan memaksimalkan potensi pariwisata maupun perikanan yang aman bagi lingkungan. Kegiatan perikanan di Wakatobi dibatasi sesuai zonasi, mengutamakan pemanfaatan oleh masyarakat setempat. Diharapkan dengan kesadaran masyarakat yang tinggi untuk menjaga tanah dan air tempat mereka lahir dan hidup dapat memajukan kehidupan mereka sendiri, serta melestarikan kekayaan alam pemberian Tuhan Yang Maha Esa. Wakatobi adalah satu dari jutaaan bukti nyata akan Indonesia sebagai negara yang (seharusnya) kaya.

No comments:

Post a Comment