Indonesia sebagai negara
kepulauan memiliki wilayah yang didominasi oleh wilayah pesisir. Indonesia sendiri memiliki berbagai wilayah
pesisir dengan karakteristik yang berbeda-beda. Terdapat ekosistem pesisir yang
berbeda-beda yang dibedakan oleh masing-masing sifatnya. Ekosistem pesisir dibedakan
menjadi estuaria, hutan mangrove, padang lamun, dan terumbu karang.
Indonesia merupakan negara yang kaya
akan ekosistem terumbu karang. Kekayaan terumbu karang diberbagai belahan bawah
laut Indonesia tidak lagi perlu diragukan. Keindahan surga bawah laut Indonesia
inilah yang bahkan menjadi salah satu daya tarik utama bagi aktifitas
pariwisata sekaligus menjadikannya sebagai penghasilan negara yang cukup besar.
Ekosistem terumbu karang merupakan ekosistem dengan tingkat keanekaragaman
tinggi dimana di Wilayah Indonesia yang mempunyai sekitar 18% terumbu karang
dunia, dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia (lebih dari 18% terumbu
karang dunia, serta lebih dari 2500 jenis ikan, 590 jenis karang batu, 2500 jenis
Moluska, dan 1500 jenis udang-udangan) merupakan ekosistem yang sangat
kompleks. Selain berfungsi sebagai tempat tinggal banyak biota, letaknya yang
berada diujung/bibir pantai juga bermanfaat sebagai pemecah gelombang alami.
Keindahannya dengan warna-warni ikan dan karang membuat terumbu karang dapat
menjadi obyek wisata air.
Berdasarkan jenisnya, terdapat dua
jenis terumbu karang yaitu terumbu karang keras dan terumbu karang lunak. Terdapat
beberapa tipe terumbu karang yaitu terumbu karang tepi atau disebut dengan fringing reefs merupakan terumbu karang tepi
atau karang penerus yang dalam proses perkembangannya, terumbu ini berbentuk
melingkar yang ditandai dengan adanya bentukan ban atau bagian endapan karang
mati yang mengelilingi pulau. Kemudian terdapat terumbu karang penghalang atau barrier
reefs yang terletak pada
jarak yang relatif jauh dari pulau, pada umumnya karang penghalang tumbuh di
sekitar pulau sangat besar atau benua dan membentuk gugusan pulau karang yang
terputus-putus. Sedangkan terumbu karang yang berbentuk cincin yang
mengelilingi batas dari pulau-pulau vulkanik yang tenggelam sehingga tidak terdapat
perbatasan dengan daratan, disebut dengan terumbu karang cincin (atolls).
Dan yang terakhir adalah terumbu karang datar/gosong terumbu (patch reefs),
yang tumbuh dari bawah ke atas sampai ke
permukaan.
Salah satu ekosistem terumbu
karang yang terkenal di Indonesia yaitu kepulauan Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Taman Laut Nasional Wakatobi merupakan habitat
penting bagi empat spesies penyu laut serta ribuan terumbu karang dan ikan. Setidaknya
terdapat 396 spesies karang sceleractanian, 31 spesies fungia, 31
spesies foraminifera, 34 spesies stomatopoda, dan lebih dari 942
spesies ikan. Kekayaan alam ini dihasilkan oleh sumber daya non hayati berupa
air laut yang mengandung unsur-unsur kimia pembentuk terumbu karang (WWF).
(indonesia.travel)
Keindahan serta kekayaan ragam
jenis terumbu karangnya secara meyakinkan mampu menyihir para wisatawan yang
telah berkunjung dan menjadikannya sebagai perbindangan dikalangan dunia
internasional. Namun, sangat disayangkan keindahan terumbu karang di kepulauan
Wakatobi tidak didukung dengan pengelolaan yang baik. Kawasan Taman Nasional
Wakatobi dihuni oleh lebih dari 100.000 orang yang tersebar di sekitar 100 desa
di dalam empat gugusan pulau utama. Ini adalah salah satu fitur yang unik dari
Wakatobi mengingat taman nasional secara umum tidak memungkinkan orang-orang
untuk mendiami daerah untuk tujuan perlindungan dan pelestarian. Kondisi
seperti ini merupakan tantangan bagi masyarakat Wakatobi untuk menjaga dan
mengelola daerah sambil menjamin kelestarian keanekaragaman hayati, mengingat
mayoritas masyarakat Wakatobi menggantungkan hidupnya pada sumberdaya laut.
Kurangnya kesadaran banyak pihak
dalam menjaga serta melestraikan potensi terumbu karangnya, mengancam
keberlangsungan hidup organisme karang yang cantik ini. Kerusakan terumbu
karang yang terjadi diberbagai wilayah pesisir di Indonesia bukan merupakan hal
yang baru. hal tersebut dapat terjadi akibat ulah tangan jahil manusia demi
memenuhi hasrat serta kepentingan egois hidup mereka. Hal tersebut seharusnya
dapat dicegah dengan meningkatkan kesadaran akan kecintaan terhadap lingkungan
serta kekayaan alam yang telah Tuhan berikan. Bahwa kesadaran untuk mematahkan keegoisan demi kepentingan pribadi
harusnya dapat diubah menjadi pola pikir yang menghasilkan keuntungkan bagi
berbagai pihak tanpa mengurangi rasa nikmat syukur atas potensi yang telah
diberikan Tuhan dengan merusak alam.
Untuk mewujudkan hal tersebut,
maka dilakukan berbagai usaha yang dilakukan seperti melakukan sosialisasi
serta penyadartahuan bagi masyarakt setempat untuk mencari pendapatan dengan
mata pencarian yang berkelanjutan dengan memaksimalkan potensi pariwisata
maupun perikanan yang aman bagi lingkungan. Kegiatan perikanan di Wakatobi dibatasi sesuai
zonasi, mengutamakan pemanfaatan oleh masyarakat setempat. Diharapkan dengan
kesadaran masyarakat yang tinggi untuk menjaga tanah dan air tempat mereka
lahir dan hidup dapat memajukan kehidupan mereka sendiri, serta melestarikan
kekayaan alam pemberian Tuhan Yang Maha Esa. Wakatobi adalah satu dari jutaaan
bukti nyata akan Indonesia sebagai negara yang (seharusnya) kaya.

No comments:
Post a Comment